TAPAKTUAN, SABTU - Sebanyak 204 kepala keluarga (KK) atau sekitar 541 jiwa warga Desa Cot Bayu dan Lhok Raya, Kecamatan Trumon Timur, Aceh Selatan, yang mengungsi akibat banjir, dilaporkan mulai diserang penyakit diare dan gatal-gatal.
"Bencana banjir akibat luapan sungai Geulumbang mengakibatkan terjangkitnya diare dan gatal, terutama bagi anak-anak yang berada di tempat pengungsian," kata Ketua Posko pengungsi korban banjir setempat, Abdul Munir, di Tapaktuan, Sabtu.
Menurutnya, korban yang diserang penyakit itu telah ditangani tim kesehatan yang mendirikan posko di samping Kompi Brimob dan SD Padang Harapan.
Selain didera penyakit diare dan gatal-gatal, korban juga dilaporkan mulai sulit mendapatkan air bersih akibat sumur warga digenangi air keruh bercampur lumpur sehingga mereka terpaksa mencari air di desa tetangga yang berjarak sekitar 2 km lebih.
"Hampir seluruh sumur masyarakat digenangi lumpur. Warga terpaksa mencari air bersih di desa-desa lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata Kepala Desa Cot Bayu, Zulfadli.
Untuk mengatasi krisis air bersih, kata Camat Lahmuddin, sudah didatangkan mobil tangki Polres Aceh Selatan, sementara korban yang diserang penyakit diimbau memeriksakan kesehatannya di posko Dinas Kesehatan dan PMI Aceh Selatan.
Ia menyebutkan banjir bandang yang melanda daerah sekitar 99 km arah timur ibu kota Aceh Selatan Tapaktuan itu, sejak Sabtu (22/11) pagi meluasnya akibat luapan sungai Geulumbang di kawasan tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang